Wednesday, March 23, 2011

Blog Baru Saya




Teruntuk sahabat - sahabat ku.

Karena ada satu dan lain hal maka sejak saat ini saya ganti alamat blog sebagai berikut:


http://eko-sms.blogspot.com/

http://eko-sms.blogspot.com/


http://eko-sms.blogspot.com/





Terimakasih.

Blog Baru Saya




Teruntuk sahabat - sahabat ku.

Karena ada satu dan lain hal maka sejak saat ini saya ganti alamat blog sebagai berikut:


http://eko-sms.blogspot.com/

http://eko-sms.blogspot.com/


http://eko-sms.blogspot.com/





Terimakasih.

Thursday, January 15, 2009

SELAMAT DATANG PERMATA HATI KU

Minggu, 11 Januari 2009 pukul 03.30 WIB telah lahir puteri kami, permata hati kami di Rumah Sakit Ibu dan Anak “MARISA”, Jalan Kapten Abdullah Nomor 1212 Talang Bubuk Plaju Palembang.

Penantian panjang kami akhirnya datang sudah dengan datangnya bidadari kecil yang cantik menawan dengan bebat badan 2.85 kg melalui persalinan normal.

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, kami senantiasa berdoa semoga kelak putri kami menjadi anak yang solehah, berbakti pada orang tua, nusa, bangsa dan Agama, sebagaimana nama yang kami berikan yakni MUFIDAH ROHADATUL `AISY (= Kemakmuran Hidup yang memberi manfaat)

Selamat datang putriku….., selamat datang permatahati ku…….


Mufidah Rohadatul `Aisy

Tuesday, December 30, 2008

Ada Apa dengan Kegagalan

Anda tidak pernah dikatakan kalah sampai anda berhenti mencoba

Kita tidak akan pernah menemukan lautan yang baru kecuali kita memiliki keberanian untuk tidak melihat pantai

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Tetapi kita seringkali terlalu lama memandang dengan kecewa pintu yang tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka bagi kita.


Banyak kegagalan dalam hidup terjadi karena orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan karena mereka telah menyerah

Berlian adalah sebongkah batu yang telah melewati tekanan yang berat

99% dari kegagalan datang dari orang yang mempunyai kebiasaan membuat alasan (menyerah)

Hanya mereka yang tidak melakukan apa-apa (tidak pernah berbuat) yang tidak membuat kesalahan

Anda akan selalu melalui kegagalan pada jalan menuju sukses

Masa muda dan usia bukanlan soal waktu, tetapi soal pikiran. Tugas kita bukanlah menambah tahun-tahun dalam kehidupan, tetapi untuk menambah kehidupan dalam tahun-tahun tersebut

Setiap pengalaman kegagalan akan membawa langkah lebih dekat pada kesuksesan

Satu-satunya kegagalan yang benar terjadi karena kegagalan untuk memulai

Keraguan dan penundaan seringkali menjadi sumber kegagalan

Hanya karena sesuatu tidak berjalan seperti yang anda rencanakan, tidak berarti anda gagal dan tidak berguna

Orang yang tekun, memulai kesuksesan mereka ketika orang lain berakhir dalam kegagalan.

Kita seringkali dapat belajar lebih banyak dari kegagalan dari pada kesuksesan

Tidak ada yang lebih gagal selain dari pada kesuksesan karena kita seringkali tidak belajar banyak dari kesuksesan. Kita dapat belajar banyak dari kegagalan

Jatuh tujuh kali....., kedelapan berdiri.....!!!

Anda tidak gagal dalam sebuah ujian, anda hanya tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan

Masalahnya bukanlah apakah anda telah dijatuhkan, tetapi apakah anda mau bangkit lagi, itulah yang terbaik.

Orang yang giat berlatih menjadi lebih kuat dari pada yang tidak. Otot kita harus dilatih unruk membuat kita lebih kuat. Orang yang bekerja menjadi lebih aktif dari pada mereka yang hanya duduk di rumah dan tidak melakukan apa-apa...

Ketika seorang samuarai sejati pergi ke medan peperangan, ia selalu siap untuk mati. Tetapi seringkali musuhnya yang akhirnya mati

Ia yang tidak pernah berbuat apa-apa, tidak akan pernah mendapatkan penemuan baru

Saya tidak tahu apa kunci kesuksesan, tetapi kunci dari kegagalan adalah dengan berusaha untuk menyenangkan semua orang

Orang yang memiliki karakter terbesar di dunia adalah mereka yang harus berjuang menghadapi segala macam penolakan dan kekerasan

Ketika kita gagal, kita hanya belum belajar bagaimana melakukan sesuatu

Kegagalan terbesar adalah kegagalan untuk mencoba

Mengambil resiko bukan berarti kita harus melakukan sesuatu yang bodoh

Bukanlah dosa untuk mencoba dan gagal. Dosa yang sesungguhnya adalah jira tidak mau mencoba

Jika anda berpikir akan cala, anda sebenarnya sudah cala

Seseorang yang gagal bukanlah seorang yang gagal sampai ia mulai menyalahkan orang lain

Tidak ada seorangpun yang pernah menjadi besar dan baik kecuali melalui banyak kesalahan besar

Seseorang yang telah melakukan kesalahan dan tidak berusaha untuk memperbaikinya, itu bearti ia sedang membuat kesalahan lain

Kegagalan adalah statu peristiwa, bukan orangnya….


LUPAKAN YANG TELAH BERLALU,
MASA LAMPAU SUDAH PERGI
SAMBUT HARI ESOK DENGAN KEPASTIAN…….!!!


Sumber: Diambil dari banyak referensi

Penggalan Kata-Kata Bijak

Kata Bijak 1

Nothing in the world can take the place of persistence
Talent will not: nothing is more common than unsuccessful men with great talent.
Genius will not: unrewarded genius is almost a proverb
Education will not: the world is full of educated derelicts.
Persistence, determination alone are omnipotent.

Remember…!
Yesterday is experience, to day is reality and tomorrow is expectation. The full men is make expectation come to the reality by reflecting it to the experience in the past.


Be successful:

  • Delaying of gratification
  • Acceptance of responsibility
  • Dedication of truth
  • Balancing

Kata Bijak 2

  • Bila ingin menghasilkan sesuatu dengan hitungan hari, maka tanamlah bunga....
  • Bila ingin menghasilkan sesuatu dengan hitungan bulan, maka tanamlah padi.
  • Bila ingin menghasilkan sesuatu dengan hitungan tahun, maka tanamlah pohon.
  • Bila ingin menghasilkan sesuatu dengan hitungan jangka panjang, maka tanamlah GAGASAN / IDE TERENCANA.

Kata Bijak 3


Ya Allah…..
Apabila aku menyembah-Mu cuma karena takut kepada-Mu, maka lemparkan aku kedalam neraka-Mu…
Dan apabila aku menyembah-Mu sekedar menginginkan surga-Mu, maka jauhkan aku dari nya…

Tetapi.....,
Jika aku menyembah kepada-Mu karena ke Maha Muliaan wajah-Mu, maka janganlah Engkau halangi aku untuk selalu melihat-Mu, mencintai-Mu....


Kata Bijak 4

Kelebihan dan kekuatan akan menjadi malapetaka terdahsyat yang akan menghancurkan dan membinasakan diri kita bila kita berjalan pada kesombongan, kepongkahan...., dengan semua itu.

Sombong adalah sifat dasat manusia. Sombong akan selalu muncul dari terkecil keberhasilan, berkambang.... dan menjadi besar hingga menutup qolbu.

Mampukah kita lari dan meniggalkannya menuju kerendahan hari? Karena dengan kerendahan hatilah maka kita merasa tidak memiliki apa-apa. Hati, pikiran dan jasmani kita senantiasa akan termotivasi menghasilkan terbaik dalam ridho Allah SWT...



Kata Bijak 5

Agar rezeki melimpah:

  • Terus dan terus berusaha
  • Perbanyak istighfar
  • Tunaikan hak harta
  • Perbanyak silaturrahmi
  • Pertebal kekuatan tawakal.

Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan diperpanjangkan usianya maka sambunglah silaturrahmi... (HR. Bukhori & Muslim)

Rezeki tidak semata-mata harta benda:
Keturunan yang shaleh adalah rezeki
Ilmu yang banyak dan bermanfaat bagi umat adalah rezeki
Rasa aman dan damai adalah rezeki
Lahir, hidup dan kematian dalam iaman dan islam adalah rezeki yang tiada tara.

“….. sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga meraka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…..”
( QS. Ar Rad: 11 )

Maka……, BERUSAHALAH……. Jangan mengenal istilah putus asa dalam hidupmu……!!


Kata Bijak 6

Lima (5) hal yang menentukan doa terhambat dikabulkan oleh Allah SWT (Ibrahim ibnu Adhan, seorang sufi dari syiria) :

  1. Engkau mengaku mengenal Allah, bermakrifat, tetapi tidak mau menjalankan apa yang diperintahkanNya.
  2. Engkau mengaku pengikut Rasululloh Muhammad SAW, tetapi tidak mau mengikuti sunah-sunah nya.
  3. Engkau mengaku Al Quran sebagai kitab mu, tetapi tidak mau mengamalkan nya justru apa yang kamu lakukan bertentangan dengan nya.
  4. Engkau mengaku syaitan sebagai musuh mu, tetapi ajakannya sering engkau ikuti.
  5. Engkau sering membicarakan aib orang lain, tetapi aib dirimu tidak pernah engkau pedulikan dan melakukan instropeksi.

Nasehat-Nasehat Kepada Sahabat

By: Eko Sumarsono


Nasehat kepada Sahabat 1

Wahai sahabat…..,
Sungguh didepan mu ada bahaya besar dan peristiwa yang mengejutkan engkau, yang pasti harus engkau lewati. Mungkin engkau mampu melewatinya dengan selamat, tetapi mungkin juga engkau akan mati karenanya, binasa karenanya !

Wahai sahabat…..,
Coba engkau bayangkan seolah-olah engkau berada seorang diri, sedang engkau menghadapi kematian, pengadilan, hisab, surga dan neraka. Dan dari sekalian yang engkau hadapi itu, renungkanlah yang terdekat kepadamu, dan tinggalkanlah lainnya……



Nasehat kepada Sahabat 2

Sahabat…..,
Bertawakallah kepada Allah pencipta mu. Dan yakinlah tanpa ragu bahwa Dia lah pemberi rezeki mu, karena apa yang menjadi rezeki mu tidak akan luput dari Nya…., walau berada di dasar lautan yang paling dalam sekalipun…

Sahabat…..,
Raihlah keberhasilanmu, cukupilah usaha mu dengan jalan yang halal. Karena barang siapa yang kekurangan maka akan ditimpa 3 hal: pertama tipis agamanya, kedua lemah akalnya dan ketiga hilang kewibawaannya. Dan yang lebih besar dari ketiga hal tersebut adalah DIREMEHKAN MANUSIA…….


Nasehat kepada Sahabat 3

Wahai sahabat…..,
Ingatlah bahwa hidup itu hanya sekali…. Tapi mengapa engkau masih diam ditempat, stagnan, guna membangun kemandirian diri yang dijiwai dengan semangat islami....

Ingatlah wahai sahabat.....,
Jagalah kehormatan diri dengan prinsip kemandirian. Jangan gadaikan kehormatan demi sesuap nasi, sekeping receh. Maka hindari ketergantungan akan sesuatu hal dalam melangkah. Jangan engkau menjadi beban bagi orang lain / kelompok lain siapapun itu, dan berusahalah membalasnya dengan apa yang dapat engkau lakukan. Siapkah engkau untuk itu? Sudahlkah engkau BERANI mulai melangkah......, dari bawah sekali..., dengan keprihatinan....., untuk menjadi sukses...?

Sahabat.....,
Janganlah engkau tertipu dengan makhluk yang bernama GENGSI. Buanglah gelar sarjana mu kalau itu membuat mu merasa gengsi untuk mulai dari bawah. Buanglah harkat, derajat, status yang merasa WAH bila itu membuatmu GENGSI....

Ingat sabahat.....,
Takut, gengsi, akan menjadi penghalang bagi langkah-langkah meraih keberhasilan. Kalau takut resiko JANGAN HIDUP. Kalau gengsi untuk melangkah, maka makanlah gengsi itu, jangan makan nasi....! nikmatilah gengsi itu, jangan nikmati hasil....

Wahai sahabat.....,
Mulailah....., bulatkan tekad untuk berusaha mandiri. Jangan takut kegagalan, tapi nikmatilah proses yang dapat membuat engkau semakin berarti. Jadilah pribadi yang sukses, kuncinya: pertama mulailah melangkah dari diri sendiri, kedua mulailah dari hal terkecil (karena tidak ada yang besar kecuali dari rentetan-rentetan kecil) dan ketiga mulailah melangkah saat ini..... dan yang terpenting dari semua adalah ketika engkau sudah berusaha, maka bertawakallah kepada Allah....., karena engkau ada, engkau berproses dan engkau kembali adalah kehendakNya.

Menolah tunduk dan bangkit menuju kemandirian pribadi yang dijiwai semangat islami, karena mundur adalah pengecut.....


Nasehat kepada Sahabat 4

Wahai sahabat…..,
Pasrahkan dirimu, lepaskan keangkuhan mu, maka engkau akan mengenal hakekat cinta… rada pedih karena berpisah darinya, hasrat yang membara untuk meraih dan mendapatkannya…, jadikan keduanya teman hidup mu !

Wahai sahabat…..,
Jika engkau seorang pecinta, beranikan dirimu terbakar oleh api pengorbanan, jangan berkeluh kesah ketika ia menyayat mu dengan pisaunya. Nikmatilah setiap luka yang engkau peroleh darinya…., rayakan kematian mu olehnya…., karenanya, ditangannya….

Karena ….,
Cinta adalah tarikan nafas dari lautan perasaan, kesucian, keagungan, yang datang bersama keabadian dan kebenaran sejati…. Yakni kebenaran yang lahir dari jiwa yang suci, yang dijiwai semangat illahi……


Nasehat kepada Sahabat 5

mimpi yang hilang - 1)

Sobat...!!
aku tau apa yang kau rasakan,
apa yang kau harapkan...apa yang kau inginkan...dalam
bingkai imajinasimu,
walaupun dengan keterbatasanku tentang dirimu!!

Tentang hakekat cinta?? aku tak tau apa itu
karena yang kurasa cinta itu tidak pernah memihak
padaku, saat ku mendekat dia menjauhiku...saat ku
memerlukannya dia tiada hadir..
saat ku memohon dia tak pernah datang

Yang ku yakini..
Cinta itu indah, karena ia bekerja dalam ruang
kehidupan yang luas. Inti dari cinta itu
memberi...memberi untuk orang yang dicintainya..untuk
lebih baik dan berbahagia karenanya. Untuk
'menerima'..itu efek dari cinta. Ia tidak suka
berjanji, tapi begitu memutuskan untuk mencintai ia
segera membuat rencana untuk memberi, ia bekerja dalam
diam dan sunyi untuk setiap rencananya.

Cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup,
menciptakan kehidupan bagi orang-orang yang hidup,
untuk memaknai hidup, agar hidup lebih hidup.

Cobalah bertanya pada diri sahabat, apa yang sahabat
inginkan dari cinta itu?? apa yang telah sahabat
lakukan karena cinta... dan untuk cinta??
Karena yang ku tau, cinta itu ada di dekat sahabat, ada
di hati sahabat, dari jiwa sahabat. Tinggal sahabat yang
menentukan akan membawa cinta itu kemana?? dan untuk
apa??...
Walaupun mungkin terkadang redup dengan
bungkai-bingkai imajinasi itu...

Yang ku tau
hanya satu...hakekat cinta yang abadi nan agung...
cinta dari Rabb-ku..cinta selalu hadir dalam setiap
tarikan nafasku..cinta yang tak pernah redup...untuk
hari ini...esok...dan selamanya...
Begitu juga dengan dirimu sahabat....
Doaku untuk sahabat..!!!




Nasehat kepada Sahabat 6

(mimpi yang hilang - 2)


HANG NADIM BATAM...4 tahu yang lalu!!! seperti ada yang tertinggal dan hilang dalam kehidupanku di sana... saat ku melangkah pergi, entah apa namanya,,,,tapi aku merasa ada yang hilang!!! Hilangan sisi kalbu... dan membuat ku hampa....
Kapan kan kutemukan kembali??? Dimana??? dan kemana kan ku cari lagi??
.................sesuatu yang hilang itu....entah apa namanya.....
Namun semua adalah kenyataan yang harus terjadi......

Mimpi....bersama siapa kan kuraihnya...?? bersama siapa kan ku wujudkan....???
Mimpi....!!! terkadang aku pun ragu dengan mimpi-mimpi ku!!! Ragu tuk melangkah... dan selalu kegamangan menyelimuti hati ini....
Kapan kuraih mimpiku....????

HANG NADIM BATAM 4 tahu yang lalu....ada yang tertinggal
disana......ada yang hilang dari dalam diri ini....ada
yang hilang dari mimpi ini....saat ku melangkah
pergi....entah apa itu namanya....hilang........
Tapi ku berharap...suatu saat akan kutemukan lagi.....!!!

Nyanyian-Nyanyian Hati

By: Eko Sumarsono


Nyanyian Hati 1

E ntah dimana nyanyian hati tersembunyi,
K epada mu wahai sang jiwa yang mengangkasa,
O leh suatu tirani yang menghampar hampa…

S eraut wajah keriput kembali bersujud,
U ngkapkan simphony asa abadi,
M enggapai nuansa dalam ketidakberdayaan,
A ral, coba menghiasi tetapan hati...
R aih imajinasi terbingkai nurani...
S ingkap tabir dari kabut-kabut jati diri.
O h....., betapa lelah pencarian ini...
N uansa kasih nan abadi bagi seseorang
O rang yang sinting.... dan Gila....!!!!



Nyanyian Hati 2

Sepenggal kata terucap,
Meluncur dari impian angan semata,
Kini....,
Hati tak dapat ingkat akan sepenggal kata mengikat
Kata Cinta .....!!
Meski telah mendua
Dalam susuri lorong-lorong asa...

Terduduk, termenung....
Sesali akan sebuah kodrat
Namun.....,
Kisah tak dapat ingkar dalam pengembaraan.

Takut, bimbang....
Menyatu dalam arungi sang waktu.
Tentang harapan dan penantian...,
Yang ternoda di saat-saat kapan....

Sepenggal kata kembali terucap,
Kata sesal pada sang jiwa......


Nyanyian Hati 3


Nyanyian-nyanyian hati nuansa kelabu
Datang dari lorong-lorong kegelapan
Hitam..., pekat....
Menyatu dalam ruang waktu yang bisu
Ingatkan kembali asa tertuang
Bangunkan mimpi yang tercerai
Hingga...., kehampaan merajai nurani
Terbang, musnah...., bersama kepulan-kepulan asap.

Gila...., sinting....., atau pengecut...???
Ternyata mereka tidak tahu...., diam bagai bungkahan-bungkahan batu yang membeku.
Pasrah....., menanti sinar emas mentari...
Yang datang dan pergi dalam pancaran kehidupan...,
Harapan keabadian.....
Antara ada dan tiada......!!!

Langkah kaki mulai goyah....
Tatapan-tatapan mata pudar tak terarah...
Dan jasad telah mati dinegeri tak bertuan...
Tapi belum terkubur......, tak ada kain kafan, tak ada batu nisan....!!!

Semua harapan hanya angan,
Selaksa kata hanya bungkam,
Aku....., kamu....., atau siapa ?

Secangkir kopi serta sebatang rokok
Temani setiap mimpi dan ilusi
Yang hampir padam.....
Dalam curahan gerimis-gerimis tak beraturan
Tuk ungkapkan kata nuansa.....,
Nuansa kelabu dari koridor masa lalu.....!!!


Nyanyian Hati 4

Alunan simphony mendayu syahdu,
Iringi langkah-langkah tak terarah
Dalam kesendirian....,
Keheningan sang waktu,
Kehampaan sang jiwa,
Yang dipenuhi oleh percih darah perjuangan..
Noda....., dosa...., bercampur menjadi satu.

Seribu kata kembali terucap,
Selaksa angan kembali berkumandang,
Lontarkan asa tercinta,
Singkapkan tabir yang telah menghitam,
Hempaskan nurani yang mengapung,
Diantara puing-puing cita
Yang tumbuh dan berkembang diawal penantian...

Kandas…. membentur karang,
Terdampar…. pada pulau yang gersang,
Merayap…. dalam seribu khayal
Terbangkan sekelumit makna
Datangkan sebuah jiwa
Dalam kebisuan, keangkuhan, ketakberdayaan....

Angan terdiam dalam kebimbangan
Memungut kata yang tercampak dalam kepalsuan
Hingga tanpa sadar....
Sanubari telah tertancap sebuat belati.....!!!


Nyanyian Hati 5

Tawa kecil dari sudut belakang
Selaksa kata mengurai angan
Semua tak peduli,
Dengan sejarah yang terjadi...

Bosan, jenuh, dan mata menjadi sayu
Malu melihat pesona ekspresi.
Pada mu....,
Pada nya....,
Pada semua yang nyata...

Aku......, semakin tak peduli
Kuterawang masa lalu nan galau
Ku tatap langit-langit ruang kerja ku
Semua kosong tak bermakna....

Ku singkap tirai hitam yang menghampar
Ku tekan semua angan kelabu
Tuk ubah kata cerita
Dari istana seribu harapan....

Aku....., mulai lapar !
Aku....., haus....!!
Lapar akan tarikan nafas dari lautan perasaan...
Haus kedamaian nurani....
yang tlah lama terkoyak dan menggores sanubari
yang mulai kering malam tadi...

Aku...., terjaga dari tidurku
Dari semua impian,
Semua khayalan....,
Mengapa...???
Ternyata smua telah berlalu.
Dan lembaran pun tlah berubah
Yang tanpa sadar menuntunku
Untuk bangkit dari ketakberdayaan....


Nyanyian Hati 6

Berlari menyusuri garis kehidupan
Menyingkap tirani angan hitam
Merengkuh asa terpendam
Menggapai alam khayalan
Dalam susunan aksara tak bermakna....

Berlari dan terus merenda hari
Dengan senandung cinta yang kulantunkan
Untuk mu yang sedang sakit jiwa
Dan menunggu bius-bius kesadaran

Padahal.....,
Kian lama kian mencekik
Membelit dalam ketidakberdayaan
Mengikis sebuah angan
Yang terpendam dan sirna bersama bayangan
Aku...., kamu..... menjadi batu ???

Ingin teriak lantang namun mulut menjadi bungkam,
Mengulum butiran-butiran salju yang membeku dan membatu
Hingga tulang menjadi kelu...

Mencoba dalam ketidakmampuan,
Sendiri dalam keterpakuan...
Dalam lorong-lorong keheningan...
Lorong kegelapan,
Tanpa arah dan tujuan.....
Tanpa pertanyaan.....,
Tanpa jawaban....

Kucoba menerawang dalam kebisuan,
Mengkumandang dalam kepekatan,
Bergayut dalam kebimbangan,
Berlutut dalam sujud panjang.
Namun....,
Langkah menjadi tak terarah
Pelarian tak pernah sampai
Tanpa tahu......
Dimana....., kapan......


Kaki tlah lelah untuk melangkah
Berlari mengejar jati diri yang goyah
Di sela tetes-tetes embun harapan
Tetes air mata....,
Dan tetes darah nestapa
Dari seorang teman....., dan lawan....
Tuk ungkapkan sekelumit cerita tanpa makna
Cerita cinta kepada sang jiwa....

Friday, November 21, 2008

MENJADI PEMILIH CERDAS

Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan pesta demokrasi bangsa Indonesia sebagai proses pergantian kepemimpinan nasional. Demokrasi berarti dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Pemahaman ini mempunyai arti bahwa kekuasaan negara sepenuhnya berada ditangan rakyat yang pelaksanaannya dilakukan oleh wakil-wakilnya yang dipilih melalui Pemilihan Umum (Pemilu).

Melalui Pemilihan Umum (Pemilu) rakyat memilih wakil-wakilnya (DPR RI, DPRD PROVINSI, DPRD KABUPATEN / KOTA dan DPD) guna menyalurkan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui pembuatan kebijakan untuk peningkatan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Pemilihan Umum (Pemilu) dapat disebut “Pesta Rakyat” karena pada momentum itulah rakyat menentukan masa depan Indonesia untuk 5 tahun kedepan. Ini berarti pemerintahan dibentuk berdasarkan keinginan dan kepercayaan dari rakyat. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat untuk pro aktif dan sadar politik menjadi keharusan agar kualitas Pemilihan Umum (Pemilu) menjadi lebih baik, yakni Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Pemilu 2009 harus membawa perubahan yang lebih baik bagi kehidupan sosial politik masyarakat. Karena itu, peran mayarakat – bagaimanapun beratnya tantangan yang dihadapi – menjadi sangat penting. Pendidikan Pemilih (Voter Education) harus senantiasa digalakkan guna menghasilkan pemilih-pemilih yang cerdas, yakni pemilih yang sadar akan pentingnya kualitas demokrasi demi perbaikan nasib bangsa Indonesia kedepan.

Istilah 5 menit didalam bilik suara, menentukan 5 tahun kehidupan bangsa Indonesia memiliki makna bahwa suara rakyat dalam pemilu sangat berarti dan menentukan bagi arah perjalanan bangsa. Jangan hanya karena materi yang sifatnya sesaat kemudian mengorbankan nasib bangsa tercinta ini.

Pemilih yang cerdas adalah pemilih yang menggunakan prinsip APIT. Amati, Pilih, Ikuti dan Tagih.

Awali pilihan kita dengan AMATI calon-calon yang ada, apakah calon tersebut bersih dari KKN, Peduli dan ingin memperjuangkan aspirasi rakyat.

PILIH berarti berikan suara kepada orang yang diyakini mampu memperjuangkan aspirasi. Hasil pengamatan terhadap daftar calon bermanfaat untuk menenukan dan menjatuhkan pilihan kita kepada calon-calon wakil rakyat.

IKUTI mengandung pengertian bahwa pemilih harus senantiasa mengawal kebijakan anggota legislatif yang didukungnya. Langkah ini perlu agar kepercayaan yang diberikan tidak disalahgunakan. Dengan mengikuti segala tindakan orang yang dipilih, maka akan dapat mengetahui sejauh mana perjuangan wakil tersebut terhadap aspirasi rakyat yang memilihnya.

Terakhir, TAGIH jani-janji yang telah disampaikan. Hal ini untuk mendorong wakil yang dipilih untuk menjalankan agenda dan janji yang telah diucapkan ketika kampanye.

Maka, menjadi tugas segenap rakyat Indonesia untuk mengawal penyelenggaraan Pemilu berkualitas, menuju Negara Indonesia yang demokratis dan beradab….

By: Eko Sumarsono

Menuju Puncak Sukses

Setiap orang ingin sukses ! Tidak hanya sekedar sukses, tapi benar-benar bisa meraih puncak sukses…... !! Tidak hanya sekedar cukup, tapi ingin berlebih dan kaya raya…... !! Tidak hanya sekedar sehat, tapi ingin benar-benar bugar…... !! Tidak ingin sekedar berkeluarga, tapi ingin benar-benar membahagiakan keluarga dan orang-orang yang dicintai…... !!. Tidak hanya sekedar hidup, tapi ingin berarti bagi sesamanya…... !!. Tidak ingin biasa-biasa saja, tapi ingin mencapai kemaksimalan dalam hidup ini…... !!. Tidak ingin hanya berada dilereng, tapi ingin meraih puncak sukses…... !!

Itulah hakekat hidup yang sebenarnya, yakni dapat memberikan sesuatu yang terbaik bagi siapapun, kapanpun dan dimanapun. Namun sering kali keingininan hanya sebatas mimpi tanpa bisa terwujud hanya karena kegagalan yang sifatnya sementara dan membuat apatisme untuk berbuat dan berbuat lagi.


Untuk meraih puncak sukses, ada cerminan dari empat (4) kelompok para pendaki gunung untuk menjadi kajian bersama.

1. Kelompok Pecundang

Sebenarnya orang ini ingin menikmati pemandangan yang luar biasa diatas puncak. Namun ketika melihat gunung yang menjulang tinggi didepannya, dia mengurungkan niatnya. Tidak berani naik karena takut capai, takut seandainya terjadi sesuatu ditengah perjalanan, takut kalau gagal ditengah jalan, dan banyak yang ditakutkan sehingga tidak melangkah sama sekali. Hidupnya hanya dikuasai oleh pikiran negatif.

Banyak orang yang memiliki mentalitas seperti ini. Ingin sukses, ingin kaya, ingin bahagia dan punya banyak keinginan. Tapi sayang, semua hanya sekedar keinginan dan tidak memiliki cukup keberanian untuk mewujudkannya.

Tentu saja mentalitas negatif seperti itu perlu dihindari. Jika ingin meraih puncak sukses, jangan biarkan segala bentuk ketakutan menghambat langkah. Jangan biarkan takut ditolak, takut dihina, takut diremehkan, takut kegagalan dan ketakutan-ketakutan yang lain. Lalu bagaimana agar mampu mengatasi ketakutan-ketakutan tersebut? Tidak ada pilihan lain kecuali harus melangkah sampai ke puncak sukses.

2. Kelompok yang Mudah Menyerah

Kelompok kedua ini memulai petualangannya dengan semangat yang luar biasa. Namun, ketika baru saja sampai dilereng pegunungan mereka mulai menggerutu karena lelah dan hawa dingin yang begitu menusuk. Mereka memutuskan untuk berhenti karena merasa pendakian itu terlalu berat. Tentu saja mereka yang memutuskan untuk berhenti dilereng bukanlah pendaki sejati.

Untuk mencapai sukses ada kalanya menghadapi banyak tantangan dan hambatan. Godaan untuk berhenti dan menyerah kerap kali muncul ketika mengalami kesulitan. Tapi ingatlah impian-impian untuk meraih puncak sukses. Bayangkan kesuksesan yang akan didapat ketika berada dipuncak. Bayangkan segala hal-hal yang akan membuat terus bertahan dan tidak akan pernah berhenti…!

3. Kelompok yang Berpuas Diri

Kelompok yang ketiga ini berhasil naik lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kedua. Kelompok ini tidak menyerah ketika menghadapi medan yang sulit maupun hawa dingin yang menusuk. Kelompok ini tetap bersemangat untuk mencapai pemandangan yang indah. Sampailah kelompok ini disuatu tempat yang cukup indah pemandangannya, ada bunga edelwis disana-sini, demikian juga tempatnya cukup nyaman untuk beristirahat. Mereka sangat senang dengan pendakian yang telah mereka capai, itu sebabnya mereka memutuskan untuk berhenti. Buat apa mendaki lebih tinggi kalau dari tempat itu mereka sudah melihat pemandangan yang cukup bagus?

Jangan biarkan “keindahan edelwis” dan “sedikit pemandangan” jadi berpuas diri yang akhirnya membuat tidak pernah mencapai puncak sukses. Kesuksesan yang didapat saat ini tidak boleh membuat berpuas diri. Terus melangkah hingga mencapai puncak sukses !!

4. Kelompok Pemenang Sejati

Semakin tinggi puncak yang didaki, akan semakin berat pula halangan dan tantangan. Namun, semakin tinggi puncak yang didaki maka semakin indah juga pemandangannya. Jikia ingin meraih puncak sukses, jangan pernah bersedia dihentikan oleh apapun dan siapaun juga. Jangan pernah bersedia dihentikan dengan penolakan, kegagalan, gosip, iri hati, pemecahbelahan atau rasa sakit yang dialami. Demikian juga, jangan pernah bersedia dihentikan oleh “edelwis” atau rasa berpuas diri saat mengecap sedikit kesuksesan. Raih puncak sukses, miliki mental pemenang…..!!!!

Eko Sumarsono, ST

Monday, June 16, 2008

Kapan Orang Miskin Mengenyam Pendidikan Layak

Beberapa hari yang lalu, Sukirman sibuk menawarkan sepeda motor satu-satunya yang ia miliki. Padahal sepeda motor itu salah satu sarana transportasi untuk bisnis makanan yang ia tekuni selama ini. Akibat kenaikan BBM yang berimbas pada makin besarnya biaya produksi, membuat ia tidak mampu bertahan lagi. Apalagi putra bungsunya sebentar lagi sudah mulai masuk Sekolah Dasar. Dan bukan rahasia lagi, untuk masuk sekolah tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Memang, di negeri ini sebuah bangku sekolah itu harus "dibeli" dengan harga yang mahal, yang begitu berat dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Jadi lengkap sudah penderitaan yang di alami Sukirman.

Di era sekarang ini, untuk mendaftar sekolah saja tidak semudah dibandingkan dengan era 10 tahun yang lalu. Di Batam misalnya, karena tidak sebanding antara pertumbuhan penduduk dengan pertambahan jumlah sekolah negeri maka dampaknya adalah semakin banyak siswa yang tidak tertampung. Ini tentu akan menimbulkan persoalan baru yang sekiranya tidak cepat diantisipasi maka akan berdampak pada pemiskinan sosial.


Apabila masuk sekolah swasta, maka orang tua harus rela mengeluargan biaya ekstra. Untuk masuk SD saja, diharuskan terlebih dahulu membayar uang “bangku” berkisar antara Rp 2 jutaan atau lebih. Belum termasuk biaya-biaya lain yang mencekik leher, antara lain SPP yang berkisar antara Rp 100.000-Rp 500.000 per bulan (tergantung bergengsi tidaknya sebuah sekolah), uang pakaian seragam, uang buku, uang kegiatan, dan tagihan lainnya dari sekolah. Begitu mahalnya biaya yang dibutuhkan, maka sekolah akhirnya hanya bisa dimasuki mereka yang punya uang, sedangkan mereka yang berekonomi lemah terpaksa harus gigit jari dan mata melotot melihat mereka yang menikmati cerianya bangku sekolah dan atau bila memaksa akan menjadi lenih miskin gara-gara sekolah.

Disatu sisi kita mesti mengacungkan jempol atas upaya orang tua untuk menyelamatkan masa depan anak-anak mereka pada suatu tempat yang bernama “sekolah”. Tidak sedikit diantara orang tua yang rela menggadaikan segalanya demi masa depan sang anak. Bagi orangtua, sekolah tampaknya masih dijadikan pilihan utama yang bisa mengubah nasib anak-anak mereka.

Itulah potret negeri ini, negeri yang gemah ripah loh jinawi tata tenterem kerta raharja kata sang dalang, “negeri tanah surga karena tongkat kayu dan batu jadi tanaman” kata penyanyi Koes Ploes tapi mayoritas masyarakatnya yang miskin tidak bisa menikmati pendidikan layak. Ironi memang….

Semenjak globalisasi ala “konsensus Washington” menjadi program utama yang dianut mentah-mentah bangsa ini, sejak itu pula pemiskinan masyarakat seakan menjadi tujuan utama bangsa. Begitu pesat pertumbuhan masyarakat miskin yang semakin sulit untuk menikmati pendidikan, pelayanan kesehatan, tempat tinggal yang memadai, dan pekerjaan yang layak. Globalisasi adalah skenario yang telah sukses meluluhlantakkan peradaban bangsa Indonesia.

Tidak kalah mengerikan adalah diperbolehkannya kepemilikan asing sampai 49 persen dibidang usaha Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Non Formal. Angka 49 persen kepemilikan asing di semua tingkat pendidikan semakin memperjelas konsep liberalisasi pasar yang justru diamini para pengambil kebijakan negeri ini.

Pendidikan merupakan sebuah upaya dalam pengembangan kemampuan dan pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, disamping menjadikan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mempunyai aklak yang mulia. Pendidikan bukan sebatas perhitungan untung-rugi, tapi lebih jauh lagi adalah ruh dan nilai “ideologi” suatu bangsa.
Bukan rahasia lagi bahwa pendidikan model pasar telah menjadi mesin produksi yang harus bekerja terus-menerus dengan logika "efektivitas dan efisiensi" untuk menciptakan "generasi intelektual instan". Model pendidikan seperti ini kemudian mengesampingkan sebuah proses pendidikan yang di dalamnya terdapat titik-titik pencerahan dan pembebasan manusia dari keterkungkungan. Hasil dari proses pendidikan yang hanya pada logika berfikir “untung-rugi” ini, meminjam istilah HM. Amin Rais akan menciptakan belukar nilai, belukar Weltanschaung dan belukar moral serta etika yang justru akan melahirkan generasi bermental inlander dan cenderung korup.

Sebuah pertanyaan dan kenyataan pahit yang jelas dihadapan kita adalah mengapa Pemerintah tidak dapat memenuhi amanat pasal 31 ayat 4 UUD 1945 yang berbunyi “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”? Mengapa amanat Undang-Undang yang demikian penting diabaikan oleh pemerintah?

Jawabanya adalah karena pemerintah tidak punya cukup uang. Sumber daya alam kita sudah dikuasai pihak asing, perairan nasional kita sudah didominasi asing, lebih dari 50 persen perbankan nasional dikuasai asing, BUMN-BUMN kita sudah diambil-alih asing, dan yang kita kuasai sekarang adalah sekitar 40 persen masyarat Indonesia yang berada dibawah lapisan kemiskinan dan tidak mempunyai hak untuk mengenyam pendidikan layak.
Lebih ironi lagi, hingga saat ini mereka yang berkantong tebal (termasuk para pengambil kebijakan) justru dapat menikmati pendidikan bermutu diluar negeri meski harus mengeluarkan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah perbulannya. Pertanyaannya apakah ini yang disebut “keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” sementara masih banyak masyarakat yang hanya bermimpi untuk mengemyam pendidikan layak….

Sekalipun demikian, namun optimisme untuk menapak jalan yang lebih baik harus tetap dibangkitkan. Berbagai cara dan upaya guna memperbaiki system pendidikan yang sudah mengarah pada gaya kapitalisme harus terus dilakukan. Pemerintah sebagai pengambil kebijakanya, swasta dengan community social responsibility dan masyarakat “mampu” dengan kepekaan sosialnya harus bersatu padu mengupayakan suatu sistem pendidikan bermutu yang bisa dijangkau oleh semua elemen masyarakat, bukan pendidikan yang semata-mata hanya berfikir untung-rugi, bukan pendidikan yang menipu bangsa, dan bukan pendidikan yang korup dengan menjadikan pelaku-pelaku pendidikan sebagai “pimpinan-pimpinan proyek”

Pendidikan bermutu tapi terjangkau (murah) adalah keharusan demi menyelamatkan negeri ini, karena tolak ukur maju tidaknya suatu negara sangat tergantung dari seberapa besar peran pendidikan dapat menyentuh semua lapisan masyarakatnya. Dan yang paling penting adalah, Pendidikan layak (bermutu) bisa dinikmati masyarakat miskin dan tidak membuat masyarakat menjadi miskin…………

Oleh: Eko Sms
Ketua Inisiator Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Provinsi Kepulauan Riau, Aktivis Pemuda Muhammadiyah Kepri.

Refleksi untuk Generasi Muda

Tulisan ini penulis sampaikan sebagai bahan refleksi Generasi muda untuk melihat berbagai persoalan bangsa yang memang sudah demikian semrawut. Generasi muda sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa sudah seharusnya peka dan peduli dengan agenda-agenda globalisasi yang pada akhirnya menyandera bangsa Indonesia untuk kepentingan korporasi-korporasi asing (lebih dominan USA = United State Arogan), dan lebih parah lagi agenda-agenda tersebut di support para pengambil kebijakan kita. Lihatlah betapa kekuatan-kekuatan asing sudah mengintervensi kita dengan segala kebijakan yang menghancur-leburkan bumi pertiwi ini.

Pertanyaan dari fakta tersebut adalah .... Mengapa jutaan hektar hutan yang sudah gundul tidak dihijaukan kembali? Karena tidak ada uang.

Mengapa senjata dan peralatan militer kita sudah banyak yang usang dan tidak diperbaharui? Padahal TNI yang kyat dan tangguh dengan peralatan militer yang modern dan canggih mutlak diperlukan untukmengawal keutuhan NKRI dari rongrongan eksternal maupun internal. Karena tidak ada uang.

Mengapa anggaran untuk menanggulangi demam berdarah, flu burung dan epidemi lanilla tidak memadai? Karena tidak ada uang.

Mengapa alokasi APBN bidang pendidikan kita hanya 8 sekian persen saja dari amanat undang-undang yang seharusnya 20 persen. Padahal pendidikan merupakan ”roh” bangkit tidaknya statu bangsa. Karena tidak ada uang


Mengapa pencurian dilautan kita, kita biarkan merajalela? Mengapa kita tidak membeli papal-kapal patroli yang dapat menekuk papal para perompak kekayaan laut kita? Karena tidak ada uang.

Mengapa infrastruktur kita, jalan dan jembatan hampir diseluruh bagian Indonesia sudah lama demikian buruk dan tidak direkonstrukdi? Demi kenyamanan rakyat dan demi kelancaran ekonomi roda? Karena tidak ada uang.

Mengapa sekitar 40 % rakyat Indonesia berada dilapidan bawah kemiskinan dan belum beringsut dari nasibnya yang tetap subsistem, hidup dicekam kemiskinan dan seolah tanpa harapan? Karena tidak ada uang.

Mengapa harga BBM naik terus dari tahun ketahun yang akibatnya semakin mencekik leher rakyat. Karena tidak ada uang. Jadi mengapa Indonesia menjadi negara miskin bin melarat? Menjadi negara yang tidak punya uang cukup untuk menbangun masa depannya? Sehingga menjadi negara yang sarat hutang yang sudah kecanduan? Bukan negara gemah ripah lohjinawi tata tentrem karta raharja, seperti kata kakek-nenek kita dulu? Atau negara kolam susu, negara dimana tongkat kayu dan batu jadi tanaman seperti kata Koes Plus?

Jawabannya adalah karena kepemimpinan nasional kita bermental inlander (meminjam istilah Prof. Dr. HM Amin Rais), yang hanya mementingkan kepentingan pribadi, kroni dan kelompok. Korupsi pribadi, korupsi kolektif dan korupsi yang menyandera negara (state capture corruption) sudah menjadi pemandangan lumrah dinegeri ini. Berbagai kebijakan yang dihasilkan cenderung tidak berpihak pada rakyat, terbukti dengan banyaknya kebijakan yang menyandera negara untuk kepentingan koorporasi asing yang pada akhirnya menjerumuskan negara ke jurang kehancuran.

Diterbitkannya UU No. 10 / 1998 semakin mensiratkan betapa kehancuran perbankan nasional kita sudah didepan mata. Elite nasional kita sepertinya sudah gila dengan mengeluarkan kebijakan tidak adanya batasan kepemilikan asing sahan perbankan nasional, karena investor atau badan hukum asing boleh memiliki hingga 99 persen saham bank Indonesia. Angka 99 persen itu merupakan angka ajaib yang membuka pintu penjajahan ekonomi Indonesia semakin terbuka. Padahal, Amerika Serikat sebagai pemimpin puncak globalisasi dan liberalisasi ekonomi saja membatasi kepemilikan asing diperbankan nasionalnya hanya sampai 30 persen. Gila nggak ? Dampaknya…? Saat ini 6 dari 10 bank terbesar di Indonesia sudah dimiliki oleh pihak asing dengan kepemilikan mayoritas. Hebatnya lagi, pihak asing bisa membeli bank-bank tersebut dengan harga 8 – 12 % dari total biaya rekapitalisasi dan restrukturisasi perbankan yang dikeluarkan oleh negara. Negara pun maíz harus membayar bunga obligasi sekitar Rp. 50 – 60 Trilyun setiap tahun ingá tahun 2030. Ruar Biasa….!!

Tahun 2003 pemerintah mengeluarkan UU no 19 / 2003 tentang BUMN adalah UU yang pertama di Indonesia yang memberikan landasan hukum eksplisit terhadap pelaksanaan privatisasi. Namur sayangnya UU tersebut justru menjadi tameng pengambill kebijakan yang secara membabi buta mencari keuntungan dengan menjual sebanyak-banyaknya BUMN kita, bukan berdasar rujukan kedaulatan dan kemakmuran masyarakat Indonesia. Penjualan Indosat merupakan salah satu contoh yang paling riil. Lebih gila lagi, tahun 2008 tanda-tanda privatisasi BUMN secara kalap semakin terlihat nyata. Komite privatisasi preusan BUMN sudah membuat daftar 44 BUMN yang akan dijual. Ruar Biasa…!!

UU No 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi justru memunculkan pengelolaan migas yang amburadul. Dari produksi minyak nasional sebesar sekitar satu juta barel per hari sekarang ini sudah didominasi oleh korporasi asing (dimana pertamina hanya memproduksi sekitar 109 ribu barel perhari). Maka jangan heran ketika Indonesia sebagai negara penghasil minyak dan gas terbesar justru kekurangan bahan bakar. Kalau sebagian besar sumber energi kita dikuras oleh pihak asing (dan tidak transparan), maka secara rasional berapa lama negara kita akan mampu bertahan secara ekonomi? Seberapa bebas keputusan politik bisa diambil oleh para pemimpinnya? Dan yang lebih memprihatinkan lagi seberapa mal harga yang harus dibeli oleh rakyatnya dari harga BBM, TDL, ingá tarif jalan tol? Ruar Biasa….!!

Dan kebijakan-kebijakan lainnya….

Pertanyaanya adalah……, Bila sumber daya alam kita sudah dipersembahkan kapada pihak asing, perairan nasional kita sudah didominasi asing, lebih dari 50% perbankan nasional dikuasai asing, telekomunikasi juga dipegang asing (Indosat dimiliki Temasek Singapura, disamping 35% saham Telkom dan 98% saham XL juga milik asing), industri otomotof juga dikuasai asing, bahkan perjanjian kerjasama pertahanan (DCA) dengan Singapura juga telah merugikan kepentingan Pertahanan Keamanan Indonesia, lantas apa yang perlu dilakukan supaya semakin sempurna cengkeraman asing atas Indonesia, supaya semakin sempurna kehancuran Indonesia? Aneh memang, negara yang kaya raya sumber daya alam justru Semarang ini mayoritas penduduknya miskin…..

Apapun yang sudah terjadi kita harus tetap optimis untuk membenahi Indonesia yang tercinta ini. Saatnya kepemimpinan alternatif, yakni kepemimpinan Muda yang dijiwai semangat nasionalisme yang ditunaikan dengan kejujuran dan kerja keras. Hanya kepeminpinan mudalah menurut hemat penulis yang mampu menyelamatkan bangsa Indonesia dari kehancuran yang lebih dalam lagi. SAATNYA YANG MUDA MEMIMPIN……………

Thursday, April 10, 2008

Akankah Guru Honor Sejahtera ?

Oleh: Eko Sumarsono
(Wakil Ketua DPD KNPI Prov Kepri; ketua DPD IMM Prov Kepri)

....... Tanpa sebuah kepalsuan semua guru meyakini guru artinya Ibadah.
Tanpa sebuah kemunafikan semua guru berikrar mengabdi kemanusiaan
Tapi dunianya ternyaa tuli setuli batu… tak berhati
Otonominya, kompetensinya, profesinya hanya sepuhan pembungkus rasa getir
Tatkala dunianya tidak bersahabat tidak mungkin menjadi guru yang Guru
………………..
Mungkinkah berharap yang terbaik dalam kondisi yang terburuk?
Kenapa ketika orang menangis kami harus tetap tertawa?
Kenapa ketika orang kekenyangan kami harus tetap kelaparan?
………………..



Penggalan Litani (senandung kehidupan, doa dan harapan) karya Prof. Dr. H. Winarno Surakhmad yang pernah dibacakan dalam peringatan hari guru ke-60 di Stadiun Manahan Surakarta pada hari Minggu 27 November 2005 tersebut menggambarkan betapa ironisnya nasib yang harus diterima oleh sosok yang bernama GURU.

GURU, menjadi pilar utama dalam dunia pendidikan dengan tugas utama yakni mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada setiap jenjang pendidikan, dan dengan tujuan menciptakan individu-individu yang merdeka, matang, bertanggung jawab dan peka terhadap realitas sosial. Maju atau tidaknya suatu negara tergantung dari seberapa besar peran dan kontribusi sosok yang bernama GURU. Maka tidak salah lagi ketika pasca perang dunia pertama, yakni pasca dijatuhkannya bom atom oleh tentara sekutu di Nagasaki dan Hiroshima, yang pertama dilakukan oleh Jepang adalah mendata berapa jumlah guru yang masíh hidup. Terbukti dengan begitu sangat menghargai peran guru, dalam kurun waktu yang tidak begitu lama Jepang sudah menjadi negara Sangat di segani di dunia.

Guru tetaplah guru, baik guru swasta (honorer) maupun guru negeri adalah sama dan sebangun, tidak ada bedanya dalam tugas dan tanggung jawab. Ketika terkait dalam tuntutan profesionalnya, semua sama-sama memerlukan akses informasi dan teknologi yang memadai. Dalam hal pelaksanaan amanat Undang-Undang No 2 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, baik guru swasta (honorer) maupun guru negeri juga sama-sama sebagai ujung tombak pendidikan dalam hal pengembangan kemampuan dan pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam mencerdaskan bangsa, disamping dalam mewujudkan tujuan Undang-Undang tersebut yakni untuk berkembangnya kemampuan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mempunyai aklak yang mulia.

Jasa dan pengorbanan guru tidak akan dapat dibanding dengan nilai apa pun juga. Apapun usaha yang dilakukan pemerintah tidak akan pernah dapat senilai dengan apa yang sudah diberikan oleh guru. Bahkan dalam beberapa lirik lagunya itu, Sartono menyebut Guru sebagai “pelita dalam kegelapan, laksana embun penyejuk dalam kehausan, patriot pahlawan bangsa Tanpa tanda jasa”.

Namun ada satu hal yang harus di garis bawahi bahwa guru bukanlah malaikat. Mereka tetap saja sebagai manusia biasa. Dalam perjuangannya, mereka juga memerlukan kekuatan materi untuk penyangga kehidupannya. Bentuk pengharapan mereka akan materi adalah hal yang wajar adanya. Namun realita yang terjadi adalah masih adanya gaji guru yang lebih rendah dari UMK (Upah Minimun Kota), yang tak ubahnya gaji para pekerja kasar ataupun pembantu rumah tangga yang tidak memerlukan keahlian apapun dalam menjalankan pekerjaannya.

Mungkin beruntung bagi guru negeri yang standar gajinya sudah mengikuti standar gaji PNS lainnya, yakni minimal sama atau sudah melampaui UMK. Apalagi bagi yang sudah mengikuti sertifikasi pendidikan, mungkin tidak terlalu risau lagi. Sementara guru swasta / honorer, yang besarnya gaji / pendapatan ditentukan oleh lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta tempatnya bekerja, pada umumnya menerima lebih kecil dibandingkan dengan UMK.

Contoh Chairul, seorang guru honor sekolah negeri di Batam yang dari pengabdiannya mendapat gaji sebesar Rp. 362.500. Pendapatan tersebut didapat dari total jam mengajar yang diambilnya yakni 29 jam dengan upah Rp. 12.500 / jam (Perhitungan jumlah jam belajar dalam satu bulan adalah sama dengan jumlah jam yang diambilnya dalan satu minggu). Masih beruntung Choirul mendapatkan insentif dari Pemerintah kota Batam meski jumlahnya hanya Rp. 200.000,- perbulan dan Insentif dari pemerintah provinsi Rp. 250.000,- perbulan. Jadi total Gaji yang diterimanya adalah Rp. 812.500,- (delatan ratus dua belas ribu lima ratus rupiah). Itupun masih dalam perhitungan secara matematis, karena insentif yang diberikan oleh Pemko Batam adalah per 3 bulan dan dari pemerintah provinsi Kepri adalah per 6 bulan. Berarti sebelum menerima insentif tersebut, Choirul hanya menerima Rp. 362.500 perbulannya. Bandingkan dengan UMK Kota Batam yang jumlahnya Rp. 960.000,- dan itu pun masih di bawah KHL (kemampuan Hidup Layak).

Bagaimana bisa berlangganan koran, membeli buku maupun mengakses Internet untuk mengembangkan wawasan dan profesionalisme, sedang untuk biaya hidup di Batam saja masih jauh dari cukup. Namun ketika terjadinya keterpurukan dalam bidang pendidikan di negeri ini maka guru tetap di anggap yang paling bertanggung jawab. Bak buah simalakama, dimakan bapak mati tidak dimakan ibu mati.

Ketidakjelasan dan Ketidakadilan Regulasi

Saat membuka The Seventh E-9 Ministerial Review Meeting on Teacher Education and Training di Nusa Dua, Bali, Selasa (11/3), Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan dunia pendidikan memiliki tiga komponen yakni sistem, pendanaan, dan guru. Jika sistem pendidikan sudah baku, pendanaan sudah proporsional, tapi kualitas guru masih dibawah standar, maka upaya pengembangan pendidikan akan tetap stagnan. Jadi untuk perubahan ke arah lebih baik, maka untuk peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru tidak bisa ditawar lagi.

Semangat demikian hendaknya menjadi dasar bagi pemerintah daerah di dalam mengambil kebijakan-kebijakan bidang pendidikan. Dengan menempatkan kesejahteraan guru secara proporsional, maka profesionalisme guru akan semakin meningkat. Guru negeri (PNS) maupun guru swasta (honorer) seharusnya memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu, dalam sistem penggajian pun harus dibuat regulasi yang sama dan adil.

Kebijakan perhitungan upah atau penghasilan bagi guru swasta / honor yang selama ini masih menggunakan standar perhitungan pada minggu pertama dalam satu bulan Sangatlah tidak manusiawi. Bayangkan berapa pendapatan seorang guru swasta / honor bila hanya dihitung berdasar jumlah jam mengajar pada minggu pertama, sementara mereka harus mengajar empat minggu dalam sebulan. Artinya, bila seorang guru honor mendapat jatah mengajar dua puluh jam dalam seminggu, maka dalam satu bulan ia hanya menerima honor sebesar 20 kali honor rata-rata per jam. Bila sekolah menerapkan kebijakan upah per jam adalah Rp. 12.500 maka pendapatan guru tersebut adalah Rp. 250.000 dalam satu bulan. Padahal, dalam sebulan ia minimal harus tampil di sekolah yang bersangkutan 20 kali empat minggu yaitu 80 jam pelajaran. Sangatlah ironis ketika gaji seorang guru ternyata lebih kecil dibangdingkan dengan gaji Pembantu Rumah Tangga yang hanya lulusan Sekolah Dasar.

Di lain pihak, mungkin kita sering menjumpai guru-guru negeri dan di sekolah-sekolah swasta “elit” yang berpenampilan modis, lengkap dengan dasinya dan berkendaraan motor keluaran terbaru bahkan mobil pribadi. Apa dan siapa yang salah? Mengapa jurang perbedaan tersebut begitu besar?

Pemberian insentif bagi guru juga tidak sepantasnya pilih kasih. Guru honorer / swasta juga berhak mendapatkan insentif dari pemerintah dengan jumlah yang sama dengan guru-guru yang lain.

Namun dengan alasan pembenaran klise bahwa anggaran pendidikan yang terbatas, beberapa pemerintah daerah/kota sering kali mengeluarkan regulasi ketidakadilan tersebut. Demikian juga yang dilakukan pemerintah kota Batam, dalam pemberian insensif bagi guru terkesan pilih kasih. Bagi guru negeri (PNS), semua mendapatkan insentif sebesar Rp. 500.000/bulan, namum bagi guru honor terbagi atas tiga golongan. Pertama; mereka yang mendapatkan Rp. 500.000/bulan, kedua; mereka yang mendapatkan Rp. 200.000/bulan dan ketiga; mereka yang tidak mendapatkan insentif tersebut sama sekali.

Tentu tidak proporsional jika pemerintah menuntut mutu pembelajaran yang berkualitas, sementara pemerintah melupakan aspek-aspek strategis yang menentukan kesejahteraan guru secara merata..

Thursday, March 27, 2008

ISTRI SEMPURNA

Berikut tip's 5 (lima) Rahasia Istri Sempurna:

  1. Seorang Istri yang cantik, pintar bersolek, memasak dan mengurus rumah adalah hal yang penting.
  2. Seorang Istri yang periang, enerjik, dapat membuat kita tertawa dan menghibur di kala susah juga penting.
  3. Seorang Istri yang pengertian, saleh, jujur taat beribadah dan dapat dipercaya sangatlah penting.
  4. Seorang Istri yang dapat memahami dan memuaskan anda secara lahir bathin dan di tempat tidur juga sangatlah penting.
  5. Tapi yang paling penting adalah, keempat istri istri tersebut di atas tidak saling mengenal satu sama lainnya

HE...HE...HE...

Tuesday, March 25, 2008

PM Singapura & PM Batam Jalin Hubungan Kerjasama.

Kamis – Sabtu, 20 – 22 Maret 2008 merupakan hari yang cukup melelahkan bagi penulis. Saat itu datang kunjungan Pemuda Muhammadiyah (PM) Singapura sebanyak 12 orang (delegasi) ke Batam guna menjalin silaturrahmi dan sekaligus rencana hubungan kerjasama dalam berbagai aspek, termasuk rencana kerjasama bidang ekonomi (bisnis) dengan Pemuda Muhammadiyah (PM) Kota Batam. Kebetulan sekali dalam struktur Pemuda Muhammadiyah Kota Batam, penulis diamanahi sebagai Sekretaris hingga tahun 2011.

Ke dua belas delegasi Pemuda Singapura tersebut adalah: Mohd Adib Bin Mohd Suhaimi (ketua pengerusi Pemuda Muhammadiyah Singapura), Muhammad Shamin Bin Mohamed Sidek (Wakil Pengerusi), Muhammad Nazmi Bin Mustafa Kemal (Sekretaris), Isamuddin Bin Abul Latiff (Penolong Bendahara), Hardian Bin Hassan (Anggota), Muhammad Ilham bin Zulkifli (anggota), Muhammad Zharfan Bin Mohd (anggota), Handi M Agus (Publication), Muhd Afif Muhaimin Bin Sapiee (anggota), Muhammad Sarfi Bin Mohamed Shis (anggota commite), Muhammad Dzar Bin Ismail (anggota commite) dan Muhammad Nor Hisham Bin Sohne (Angota Media dalam Commite).

Rombongan Pemuda Muhammadiyah Singapura sampai di Pelabuhan Internasional Batam Center hari kamis, 20 maret 2008 pukul 22.00 WIB, yang dijemput langsung oleh Pimpinan-pimpinan Pemuda Muhammadiyah Kota Batam (ketua, sekretaris, bendahara, wakil-wakil ketua, wakil-wakil sekretaris dan beberapa nggota). Rombongan kemudian menuju Hotel PIH Batam center, dan disambut langsung oleh Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah M. Husin dan Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Remaja Muhammadiyah Bob Fadlian yang sudah lebih dulu sampai di Batam.

Rangkaian-rangkaian kegiatan dimulai pada hari jumat tanggal 21 maret 2008. Sejak pukul 08.30 WIB rombongan menuju Panti Asuhan Muhammadiyah di Nongsa, dibawah pembinaan Bapah Said Singgih. Ditempat ini rombongan Pemuda Muhammadiyah Singapura berdialog langsung dengan beberapa pimpinan panti asuhan dan sekaligus anak-anak yatim / piatu. Dalam dialog tersebut ada beberapa point yang dibahas, termasuk rencana Pemuda Muhammadiyah mengupayakan pembiayaan mandiri Panti Asuhan Muhammadiyah Nongsa.

Perjalanan dilanjutkan menuju Masjid Raya Batam Center, guna menunaikan Sholat Jumat. Tepat pukul 14.00, rombongan tiba di Kompek Perguruan Muhammadiyah ASEAN di Tembesi Batu Aji, yang kemudian dilanjutkan dengan agenda ramah tamah dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Kepulauan Riau, Pimpinan Wilayah Aisyiah Provinsi Kepulauan Riau, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batam, Pimpinan Daerah Aisyiah Kota Batam, Pimpinan-Pimpinan Cabang Muhammadiyah se Kota Batam dan Pimpinan-pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah se Kepulauan Riau.

Dalam season ramah tamah tersebut, ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Kepulauan Riau Dr. Chablullah Wibisono menyambut baik rencana kerjasama Pemuda Muhammadiyah Singapura dan Pemuda Muhammadiyah Kota Batam. Beliau juga mengarahkan upaya-upaya optimalisasi lahan Muhammadiyah di Batam (seluas 12 Hektar) agar benar-benar dijadikan sebagai pusat Kaderisasi Muhammadiyah ASEAN sebagaimana rencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah beberapa tahun yang lalu.

Selesai makan malam, acara dilanjutkan dengan materi Strategi Dakwah Muhammadiyah di ASEAN yang disampaikan oleh Bapak Imbalo Iman Sakti, salah satu Pimpinan Wilayah Muahammadiyah Kepulauan Riau. Dalam materi tersebut, pemateri lebih menekankan upaya dan strategi dakwah Muhammadiyah dalam menjawab persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan, lintas Negara ASEAN.

Sabtu 22 maret 2008, sejak pukul 08.00 WIB rombongan menuju ke SMP dan SMA Muhammadiyah Batam yang ber alamat di Batu Aji guna melakukan kajian tentang strategi bidang pendidikan. Dari dialog dengan kepala sekolah, didapat kesepakatan tentang adanya pertukaran murid dan guru dengan beberapa amal usaha pendidikan Muhammadiyah Singapura yang waktunya akan ditentukan kemudian.

Kegiatan dilanjutkan menuju kantor Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Muhammadiyah Kota Batam yang sekaligus menjadi kantor Pemuda Muhammadiyah Kota Batam. Ditempat ini dibahas secara umum rencana kerjasama Pemuda Muhammadiyah Singapura dengan Pemuda Muhammadiyah Kota Batam dalam berbagai bidang kegiatan, antara lain: Bidang Organisasi, Dakwah, Pendidikan, Litbang, Olahraga, Kaderisasi, Sistem Informasi (IT), Bidang Ekonomi, Buruh dan Tenaga Kerja serta pariwisata. Pembahasan secara spesifik di rencanakan saat kunjungan balik Pemuda Muhammadiyah Batam ke Singapura.

Tepat pukul 15.00 WIB, Pemuda Muhammadiyah Singapura meninggalkan Kota Batam dengan banyak pekerjaan Rumah yang nantinya akan diselesaikan bersama-sama dengan Pemuda Muhammadiyah Kota Batam.

Alhamdulillah selesai sudah kewajiban menjamu tamu yang harus kami lakukan, meski dalam pelaksanaannya masih banyak kekurangan-kekurangannya. Kepada Saudara-saudara Pemuda Muhammadiyah Singapura kami sampaikan permohonan maaf bila dalam penyambutan kami ada yang tidak berkenan di hati.

Terakhir kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
Ayahanda Chablullah Wibisono (Ketua PWM Provinsi Kepulauan Riau)
Ibunda Indrastuti (Ketua PWA Provinsi Kepulauan Riau)
Ayahanda Imam Bachroni (Ketua PDM Kota Batam)
Ayahanda Emtizar Karyan (PWM Provinsi Kepri)
Ayahanda Suparjan Towiharjo (PWM Provinsi Kepri)
Ayahanda Hendri Mulya (Ketua PW. PMB Provinsi Kepri)
Ayahanda Imbalo Iman Sakti (PWM Provinsi Kepri)
Ayahanda Aris Muryasani (PWM Provinsi Kepri)
Kakanda Syahrial (Sekretaris PPWM Provinsi Kepri)
Segenap Pengurus Pemuda Muhammadiyah Kota Batam
Semua pihak yang tidak dapat kami tulis satu persatu.

(E-sms ).

Saturday, March 22, 2008

Indonesia dimata seorang Blogger Malaysia

Beberapa saat yang lalu penulis mendapatkan sebuah email dari seorang temen yang isinya agar mem-flag sebuah website yang berisi blog dari Malaysia yg menjelek-jelekan bangsa Indonesia. Kemudian penulis membuka blog yang dimaksud untuk sekedar tahu apa isi blog tersebut, atau minimal ingin tahu pandangannya tentang Indonesia. Tiba-tiba darah mendidih, perasaan marah dan lain-lain berbaur menjadi satu. Rasa nasionalisme penulis kembali terbangkitkan….

Penggalan-penggalan blog tersebut sebagai berikut:

Indon esial - bangsa koeli, PATI & kriminal… indon dimana-mana pun akan tetap diinjak-injak, dunia meladeni indon umpama koeli... Ganyang indon!!!... Indon... dimana-mana bikin ulah....
Garuda pancagila indon….. indon ibarat lalat dan langau di Malaysia... membawa penyakit, masalah dan menyemakkan

Dan lain-lain…. alamat blognya: http://ihateindon.blogspot.com atau klik disini

Sejenak penulis merenung dan kembali merenung…. Tidak tahu harus berbuat apa. Kalau harus marah, kepada siapa harus marah… Kalau harus bertanya siapa yang salah, toh ada juga kesalahan yang kita lakukan akibat kebijakan pemerintah yang tidak pro kerakyatan, pro keadilan, pro kesejahteraan rakyat dll…

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, itu kata seorang guru saat penulis masih di Sekolah Dasar dulu. Kenyataannya benar, Indonesia memang besar, ini dapat di lihat dari rumah pejabat yang besar dan ada dimana-mana, perusahaan-perusahaan besar yang dimiliki para pejabat dan kroninya, korupsi secara pribadi maupun kolektif dalam jumlah besar, pengiriman TKI tanpa skil secara besar-besaran, rakyat miskin yang jumlahnya cukup besar, bencana besar-besaran yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia, dan lain.lain… Intinya BESAR dan BESAR.

Inilah realita yang terjadi dengan bangsa Indonesia saat ini. Tidak cukup kalau hanya sekedar mem fleg blog tersebut. Namun lebih dari pada itu adalah aksi riil apa yang harus kita lakukan agar peristiwa yang ada dalam cerita blog tersebut tidak pernah lagi terjadi pada masyarakat dan bangsa Indonesia. Kita harus berbuat…., dari hal terkecil yang bisa kita lakukan. Percuma kita marah, kita geram kalau kita tidak melakukan apa-apa. Kita harus menjadi SOLUSI….
Solusi atas diri kita….
Solusi atas masyarakat dan lingkungan disekitar kita…
Solusi atas Bangsa Indonesia…..!!

Saatnya kita songsong perubahan bangsa dengan kebersamaan.
Sekali merdeka bukan hanya tetap merdeka,
Namun sekali merdeka harus merdeka sekali…,
Merdeka secara lahiriah maupun jasmaniah…